Magento 2 Standard Fieldset Type

Source : https://github.com/magento/magento2/blob/2335247d4ae2dc1e0728ee73022b0a244ccd7f4c/lib/internal/Magento/Framework/Data/Form/Element/Factory.php#L26-L55

Bagaimana menggunakan tipe data varchar pada InstallSchema Magento 2?

InstallSchema pada Magento berguna saat kita ingin membuat skema tabel baru. Dalam istilah terminologi database sering disebut dengan DDL (Data Definition Language). Dengan menggunakan installer ini kita bisa membuat table dengan contoh cara berikut:

Read More

Menghapus Custom Attribute Magento

Untuk menghapus custom attribute tanpa menggunakan installer atau SQL query, buat satu file, misalnya test.php dengan isi di bawah ini:

Simpan file test.php di root folder magento. Misalkan url untuk project anda adalah http://magento_project.com, maka untuk mengeksekusi file test.php cukup jalankan http://magento_project.com/test.php, maka attribute sudah berhasil dihapus.

Mengubah awalan/prefix nomor order Magento

Secara default, nomor order pada Magento terdiri dari 9 digit berupa angka, misalnya 145000020. Magento tidak menyediakan pilihan konfigurasi untuk menambah awalan/prefix pada nomor order, misalnya S145000020, jadi kita harus melakukannya langsung melalui query sql.

Untuk menambah prefix order pada semua store, jalankan query berikut:

Jika anda ingin menambah prefix order hanya pada toko tertentu, jalankan query berikut:

ganti ‘kodetoko’ dengan kode store Magento anda.

Jika anda ingin membuang kembali prefix, jalankan query berikut:

Mengabaikan perubahan file permission (chmod) pada Git

Selama proses development, kadang ditemukan kasus di mana kita ingin mengubah hak akses (file permission) file atau folder pada repo lokal, tapi tidak ingin mengubahnya di remote repo.

Misalnya kita ingin mengubah file permission folder bernama log agar writable, dengan mengeset chmod 777. Ternyata saat kita cek git status, folder tersebut akan ditandai sebagai modified.

Untuk mencegah git mengabaikan perubahan hak akses file atau folder, cukup dengan mengetikkan perintah berikut di git shell :

git config core.fileMode false

Sebagaimana tertera pada manual git :

core.fileMode

If false, the executable bit differences between the index and the working tree are ignored; useful on broken filesystems like FAT. See git-update-index(1).

The default is true, except git-clone(1) or git-init(1) will probe and set core.fileMode false if appropriate when the repository is created.

Fungsi-fungsi URL pada Magento

Berikut beberapa fungsi seputar URL yang digunakan pada Magento.

GET BASE URL

Get Current URL

Get Home URL

Get secure URL
Untuk mendapat secure URL cukup menambahkan satu parameter sebagai berikut:

Mengkompres file JS dan CSS menggunakan Netbeans

Saat akan men-deploy aplikasi web, seringkali kita ingin melakukan kompresi file Javascript dan CSS, agar memperkecil ukuran file dan secara langsung memperingan load website.

Netbeans, IDE favorit yang saya pakai selama ini memiliki plugins untuk melakukan kompresi ini, namanya JS CSS Minify Compress. Plugins ini bisa diinstal di menu Tools > Plugins. Kemudian di tab Available Plugins, cari dan centang JS CSS Minify Compress, kemudian klik Install.

plugins

Setelah proses install selesai, kita bisa meng-kompress file dengan cara klik kanan file yang diinginkan, misalnya namanya ada script.js, kemudian klik Minify JS (untuk file Javascript) atau Minify CSS (untuk file CSS). Dan voila… file yang sudah di kompress akan muncul dengan nama script.min.js di folder yang sama.

Apabila ingin mengubah pengaturan plugins, buka Tools > Options, kemudian klik bagian JS CSS Minify Compress. Kita bisa mengubah setting misalnya untuk nama file hasil kompresi, karakter pemisah, pilihan untuk otomatis mengkompress setiap menyimpan file, dll.

Mengatasi folder yang tidak bisa dihapus pada Windows 7 dengan Robocopy

Ada kemungkinan di mana Windows tidak bisa menghapus suatu folder, karena nama terlalu panjang. Panjangnya nama file disebabkan oleh kedalaman percabangan folder yang ada. Misalnya,

D:/mau_dihapus/subfolder/subsubfolder/subsubsubfolder/subsubsubfolder/subsubsubsubfolder/....../.../.../.../dst......

Saat mencoba menghapus folder di Windows Explorer akan gagal karena kerumitan folder dan dalamnya percabangan tersebut. Dicoba dengan perintah RMDIR untuk melakukan penghapus secara rekursift juga gagal.

Untuk mengatasi hal ini, bisa menggunakan perintah robocopy pada command prompt. Caranya:
1. Buat folder kosong, misalnya D:/folder_kosong
2. Buka command prompt, kemudian ketik robocopy "D:\folder_kosong" D:\mau_dihapus /MIR
3. Tekan ENTER, maka robocopy akan menghapus semua sub-subfolder yang ada di folder mau_dihapus

Trik ini bekerja karena perintah “robocopy folders_sumber folder_target /MIR” akan mengcopy semua file dan folder yang ada di folder_sumber ke folder_target, dan menghapus semua file dan folder di folder_target yang tidak ada di folder_sumber. Berhubung folder_sumber yang kita, yakni D:\folder_kosong tidak berisi file apapun, maka otomatis semua file dan folder yang ada di folder mau_dihapus akan hilang dengan sempurna, tanpa munculnya warning yang mengesalkan kalau kita melakukan penghapusan dengan cara biasa. 😀